hay,,,
ternyata tembok ego itu terlalu kuat untuk diruntuhkan. Setelah berbulan-bulan tidak ada kabar, dia muncul meskipun hanya lewat online facebook. Kami hanya terdiam memandangi layar laptop masing-masing, jari jemari enggan mengetik hanya untuk bertanya "hay apa kabar?" ehmmm masih sakit ternyata....
seharusnya cerita kita yang kandas bukan berarti cerita pertemanan juga harus seperti ini,,, entah kenapa begitu merindukan sosok mu.. engkau yang begitu khawatir ketika aku tidak dapat terlelap pada malam hari, atau ketika engkau mengira aku melakukan diet ketika nafsu makanku berkurang :)
hahahahaha,,, ari ari
gimana kabar jogja? mudah-mudahan engkau dilindungi Allah ya,,,
Jumat, 29 Oktober 2010
Kepada lelaki,
keindahan perempuan bukanlah sekedar dari kesempurnaan fisik belaka, ada hati yang lebih elok yang perlu kau tahu. Suatu keegoisan , bila hanya menuntut kesempurnaan wajah dan fisik, tak aka ada kenyamanan hati yang tentram . Cobalah lihat keelokan hati wanita tanpa kecantikan fisik dan wajahpun, kenyamanan dan ketentraman hatimu tentunya akan kau raih.
Tiap kali berbicata tentang masa depan, selalu saja membuatku gusar. Entah apa dan kenapa sebabnya pun aku tak pernah mengetahuinya. Cita-cita tentang pekerjaan yang layak, taraf kehidupan, materi. Dan saya pun menyimpulkan semunya ternyata berlabuh pada uang dan uang. Sebenarnya saya hanya ingin sebentuk kehidupan yang sederhana, tidak memusingkan makanan mewah apa yang akan saya makan, baju bermerek apa yang akan saya beli besok, lipstick impor apa yang harus dikenakan. Semunya kelabu, hanya bayang-bayang. Kehidupan materi. Semuanya sekan bertolak pada satu kata semunya karena ‘uang’. Sempat terpikir apa sebaiknya uang dihilangkan saja, biar semunya aman hidup damai dan kesenjangan tidak terlalu meluas.
Lihat, diluar sana anak-anak berlari dan menjajakan koran disamping kaca mobil -mobil mewah, mereka yang seharusnya mengenyam yang kita kenal ‘pendidikan’ harus bertelanjang kaki dan menjajakan koran-koran , tanpa sadar mungkin diatas bus kota kita bertemu dengan anak-anak yang sebenanya sangat tampan dan cantik tapi wajah kekanak-kanakan mereka harus gosong terbakar oleh roda kehidupan kota yang semakin sadis menggilas orang-orang yang tak mampu bertahan, yah ini semua karena uang. Fenomena sekarang, orang-orang berbondong-bondong berusaha menginjakan kaki mereka di gedung legislatif biar tidak punya uang yang penting mencalonkan diri toh setelah menjadi anggota legislatif mereka juga bisa dapat uang banyak, hadiri rapat biar tidur rupiah tetap mengalir dikantong-kantong mereka. Bahkan hal yang paling lucu dan sangat menggemaskan mereka tetap saja meminta tunjangan gaji, Tuhan….. tak pernah kah terpikir atau mereka memang tidak ingin berpikir, rakyat yang katanya mereka wakili sedang melarat tak bisa makan, muntah darah Karena sakit yang berkepanjangan, boro- boro kerumah sakit saat mengurus administrasi semuanya langsung ditodong dengan satu pertanyaan “mau bayar lunas atau gmn bu”…. Bergidik…
Negeri ini memang abu-abu. Saya tidak bermaksud ingin mengomentari carut marut perpolitikan Negara tercinta ini karena memang saya tidak paham bahkan buta akan politik namun satu hal yang saya yakini, “mereka tidak mewakili aspirasi rakyat” terserah anda mau setuju atau tidak, ini tulisan saya dan saya berhak mencerca apapun yang saya anggap cacat dan pantas untuk dicerca karena memang politik kita sakit bahkan perlahan-lahan tinggal tunggu mati.
Jadi apakah suatu bentuk kesalahan jika saya bersikap “apatis” terhadap politik?
hay howdy dear????
pengen curhat,,, ehmm susah yah sekedar yakinin prinsip yang kita pegang ke orang lain. include yang in yakini tentang "pacaran". In akan tetap berusaha istiqomah karena in yakin apa yang Allah perintahkan untuk menjauhi Zina itu itulah yang terbaik. Maap bagi orang yang memandang kalo saya menyaring lelaki karena alasan tampang atau harta, bukan...... In ndak yakin dalam tatanan pacaran ada orang yang betul-betul bisa menjaga kehormatannya. Syaitan akan terus datang menggoda, meskipun pada awalnya ia berkomitment untuk menjaga tapi tidak ada yang tahu semenit atau bahkan sedetik kemudian.
saya sepenuhnya meyakini bahwa cinta itu fitrah semua manusia tapi haruskah ia ternoda? haruskah tameng cinta dijadikan pembenaran terhadap larangan Allah? saya hanya berusaha menjaga keutuhan cinta untuk seseorang yang kelak ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidup saya itu saja. Bagi anda yang berkeyakinan untuk berpacaran silahkan jalani apa yang anda yakini dan tolong hormati juga apa yang saya yakini.
buat apa saya memupuk cinta untuk seseorang yang belum tentu akan menjadi suami saya kelak? buat apa saya menunggu hingga bertahun-tahun? meneteskan air mata, merasakan sakit hati. Buat apa? in yakin dengan apa yang in jalanin.
saya hanya wanita biasa yang berusaha dengan keras menjaga kesucian diri. Kalo kelak hati anda telah mantap memilih saya sebagai tambatan hati silahkan gunakan cara yang ditentukan Islam by Ta'aruf. Itulah cara yang paling mulia
untuk hatiku tetaplah engkau menjaga kesucianmu sayang, ayo kita bersama-sama berusaha menjalankan perintah Allah itulah yang paling baik..
Ya Allah dengan derai air mata, aku memohon padamu untuk menjaga hatiku kuatkan aku ya Allah engkau yang maha mengetahui bukan dia atau mereka. Bismillah ^_^
pengen curhat,,, ehmm susah yah sekedar yakinin prinsip yang kita pegang ke orang lain. include yang in yakini tentang "pacaran". In akan tetap berusaha istiqomah karena in yakin apa yang Allah perintahkan untuk menjauhi Zina itu itulah yang terbaik. Maap bagi orang yang memandang kalo saya menyaring lelaki karena alasan tampang atau harta, bukan...... In ndak yakin dalam tatanan pacaran ada orang yang betul-betul bisa menjaga kehormatannya. Syaitan akan terus datang menggoda, meskipun pada awalnya ia berkomitment untuk menjaga tapi tidak ada yang tahu semenit atau bahkan sedetik kemudian.
saya sepenuhnya meyakini bahwa cinta itu fitrah semua manusia tapi haruskah ia ternoda? haruskah tameng cinta dijadikan pembenaran terhadap larangan Allah? saya hanya berusaha menjaga keutuhan cinta untuk seseorang yang kelak ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidup saya itu saja. Bagi anda yang berkeyakinan untuk berpacaran silahkan jalani apa yang anda yakini dan tolong hormati juga apa yang saya yakini.
buat apa saya memupuk cinta untuk seseorang yang belum tentu akan menjadi suami saya kelak? buat apa saya menunggu hingga bertahun-tahun? meneteskan air mata, merasakan sakit hati. Buat apa? in yakin dengan apa yang in jalanin.
saya hanya wanita biasa yang berusaha dengan keras menjaga kesucian diri. Kalo kelak hati anda telah mantap memilih saya sebagai tambatan hati silahkan gunakan cara yang ditentukan Islam by Ta'aruf. Itulah cara yang paling mulia
untuk hatiku tetaplah engkau menjaga kesucianmu sayang, ayo kita bersama-sama berusaha menjalankan perintah Allah itulah yang paling baik..
Ya Allah dengan derai air mata, aku memohon padamu untuk menjaga hatiku kuatkan aku ya Allah engkau yang maha mengetahui bukan dia atau mereka. Bismillah ^_^
Kamis, 28 Oktober 2010
aku memang mahasiswi sastra namun hanya seorang makhluk sok sastrais yang selalu kehilangan senjata
(baca pena) :), ketika sampai di peraduan sebuah ruangan berukuran mini, badan ini bergetar sangat hebat entah ia minta untuk diistrahatkan atau ini merupakan bentuk reaksi frontal yang ia tunjukan bahwa aku semakin rapuh dalam kesunyian malam.
saat ini, keinginanku hanyalah satu "menulis" menorehkan sequel-sequel kehidupan sederhana yang aku alami hari ini. dalam bayanganku mengikuti acara ini akan sangat menambah kepekaanku terhadap sastra tapi sepertinya masih sulit. Mereka berdiskusi tentang ktitik sastra, mempertentangkan teori ini dan itu. Pada diskusi itu aku hanya menjadi robot hidup yang alurnya pembicaraannya pun tidak aku mengerti :). Begitu banyak nama-nama aneh yang mereka sebut dan aku hanya bisa membisu dengan kebekuan pikiran yang nyata.
namun, dari semua riuh yang terjadi aku memperhatikan sosok itu. Ia yang dulu dengan setia bertanya dan merangkulku ketika aku mulai tertatih-tatih menapaki tantangan hidup. Ia yang mengatakan bahwa entah kenapa ketika pertama kali melihatku ia begitu ingin melindungiku. Sosok itu yang menggapku sebagai gadis cengeng yang ia anggap adik. Entah Aku atau Dia yang memulai kebisuan ini. Inginku berkata tapi aku pilu, sepertinya kami tengah asik terperangkap dalam tembok ego.
"kini aku merindukan pelukan dan dekapan hangat khatulistiwa"
^_^
(baca pena) :), ketika sampai di peraduan sebuah ruangan berukuran mini, badan ini bergetar sangat hebat entah ia minta untuk diistrahatkan atau ini merupakan bentuk reaksi frontal yang ia tunjukan bahwa aku semakin rapuh dalam kesunyian malam.
saat ini, keinginanku hanyalah satu "menulis" menorehkan sequel-sequel kehidupan sederhana yang aku alami hari ini. dalam bayanganku mengikuti acara ini akan sangat menambah kepekaanku terhadap sastra tapi sepertinya masih sulit. Mereka berdiskusi tentang ktitik sastra, mempertentangkan teori ini dan itu. Pada diskusi itu aku hanya menjadi robot hidup yang alurnya pembicaraannya pun tidak aku mengerti :). Begitu banyak nama-nama aneh yang mereka sebut dan aku hanya bisa membisu dengan kebekuan pikiran yang nyata.
namun, dari semua riuh yang terjadi aku memperhatikan sosok itu. Ia yang dulu dengan setia bertanya dan merangkulku ketika aku mulai tertatih-tatih menapaki tantangan hidup. Ia yang mengatakan bahwa entah kenapa ketika pertama kali melihatku ia begitu ingin melindungiku. Sosok itu yang menggapku sebagai gadis cengeng yang ia anggap adik. Entah Aku atau Dia yang memulai kebisuan ini. Inginku berkata tapi aku pilu, sepertinya kami tengah asik terperangkap dalam tembok ego.
"kini aku merindukan pelukan dan dekapan hangat khatulistiwa"
^_^
merasa terasing dirumah kotak yang tidak asing
inginku berteriak dan mengatakan pada sosok itu bahwa kami ada
kami bukan patung yang serta merta hanya menyaksikan gelak tawa
yang kau dan mereka sunggingkan
ia disini tergolek lemah tanpa kata
hanya deraian air mata dan cacian yang mampu ia lontarkan
arghhhhhhh.......,,,,,,sayang
aku terlalu beku untuk merasa pedihmu
aku terlalu rapuh untuk merasa puing-puingmu
inginku berteriak dan mengatakan pada sosok itu bahwa kami ada
kami bukan patung yang serta merta hanya menyaksikan gelak tawa
yang kau dan mereka sunggingkan
ia disini tergolek lemah tanpa kata
hanya deraian air mata dan cacian yang mampu ia lontarkan
arghhhhhhh.......,,,,,,sayang
aku terlalu beku untuk merasa pedihmu
aku terlalu rapuh untuk merasa puing-puingmu
Bisakah kau membayangkan bangsa yang damai
bangsa yang dapat menyayangi jiwa-jiwa yang telah terpenjara dalam sepi
ketika angan akan harapan itu hanya terlontar oleh tangisan jiwa yang tak terdengar
yang tersisa hanyalah gelap dan mati
dengan terseok-seok kami melangkah
berharap digedung itu masih ada sepasang telinga yang sudi mendengar
saat kedamaian hanya menjadi bingkisan impian semu
yang bisa aku lakukan hanyalah menggoreskan tinta akan harapan ini diatas kertas luruh yang terbuang.........
bangsa yang dapat menyayangi jiwa-jiwa yang telah terpenjara dalam sepi
ketika angan akan harapan itu hanya terlontar oleh tangisan jiwa yang tak terdengar
yang tersisa hanyalah gelap dan mati
dengan terseok-seok kami melangkah
berharap digedung itu masih ada sepasang telinga yang sudi mendengar
saat kedamaian hanya menjadi bingkisan impian semu
yang bisa aku lakukan hanyalah menggoreskan tinta akan harapan ini diatas kertas luruh yang terbuang.........
Duhai Ibunda
Dengarkan do’a
Putrimu yang kini jauh dari sisimu
Tunaikan pesan genggam harapan
Ukir senyum bahagia di wajah Ibunda
Kesabaranmu asuh imanku
Lembut tuturmu bagai udara jiwaku
Air matamu biaskan rindu
Sujudmu penuh lautan do’a untukku
Atas hari yang lelah
Dan malampun kau terjaga
Untukku……….oh Ibu
Kasih Allah semoga tercurah untukmu
Tuk pengabdian yang kau persembahkan slalu
Didik diriku tuk fahami nilai keikhlasan
Dengarkan do’a
Putrimu yang kini jauh dari sisimu
| Add caption |
Ukir senyum bahagia di wajah Ibunda
Kesabaranmu asuh imanku
Lembut tuturmu bagai udara jiwaku
Air matamu biaskan rindu
Sujudmu penuh lautan do’a untukku
Atas hari yang lelah
Dan malampun kau terjaga
Untukku……….oh Ibu
Kasih Allah semoga tercurah untukmu
Tuk pengabdian yang kau persembahkan slalu
Didik diriku tuk fahami nilai keikhlasan
berada pada titik sulit untuk belajar mengiklaskan..
sosokmu yang membuai diri ini dengan sejuta indah
terlihat terlalu naif ketika hati masih mendambamu
engkau yang hanya bisa muncul dalam ilusi
aku hanya bisa menitipkan salam rindu pada desiran angin
dan berharap ia tidak menghianatiku
entah kenapa disetiap sujud panjangku
masih ada namamu yang kusebut...
04.13 AM
terimakasih masa lalu, telah mengajarkan banyak hal...
sosokmu yang membuai diri ini dengan sejuta indah
terlihat terlalu naif ketika hati masih mendambamu
engkau yang hanya bisa muncul dalam ilusi
aku hanya bisa menitipkan salam rindu pada desiran angin
dan berharap ia tidak menghianatiku
entah kenapa disetiap sujud panjangku
masih ada namamu yang kusebut...
04.13 AM
terimakasih masa lalu, telah mengajarkan banyak hal...
Manusia memang penuh dengan rasa ketidakpuasan akan semua hal yang sudah kita punya. Selalu saja ada yang kurang. Pernah tidak untuk sejenak kita berdamai dengan “diri kita” ? mencoba menjadikannya sahabat. Coba tanyakan lelahkah ia selalu menjadi objek fantasi sosok sempurna yang kita inginkan? Paras cantik, ganteng, tubuh langsing, atletis, menjadi dambaan setiap orang, pintar, berprestatsi dan sederet daftar-daftar kriteria sempurna lainnya dengan tanpa sadar kita terlalu memaksa diri dan secara perlahan-lahan kita telah memusuhi “diri kita sendiri” dengan membanding-bandingkan diri dengan orang yang yang kita anggap lebih segala’y.
Ayo, sama-sama merenung, sebenarnya untuk apa sederet kesempurnaan itu? Kepuasan pribadikah? Keinginan untuk menjadi superior? Atau karena lingkungan (masyarakat) yang menuntut untuk tampil sempurna???
Coba kita sejenak keluar dari dunia aman yang kita ciptakan. Lihat diluar sana masih amat sangat banyak nyawa yang tidak beruntung. Mereka yang untuk makan saja harus berpanas-panasan dilampu merah mencoba peruntungan akan ada orang baik yang memberikan imbalan setelah menyanyikan beberapa potong lagu, mereka yang tidak bisa merasakan kasur empuk seperti apa yang kita punya bahkan hingga akhir hayatnya, mereka yang hanya bisa merasakan nikmatnya makan sekali sehari itupun tanpa lauk pauk yang layak hanya garam dan kecap, atau mereka yang begitu menginginkan pendidikan tapi tak bisa merasakannya. Begitu banyak orang-orang yang lebih tidak beruntung dari kita. Maka nikmat apa yang seyogyanya ingin kita dustakan???
Kawan, kita masih bisa melihat indahnya pelangi, mendengar kicau burung yang saling bersahut-sahutan, merasakan lembutnya genggaman tangan seseorang yang kita kasihi, bercengkerama riang dengan keluarga... tapi, disaat kita merasakan indahnya dunia disana masih ada mereka yang kurang beruntung ketika kita mlihat indahnya pelangi mereka hanya mendengar seperti apa itu pelangi,,,
Sahabat cobalah berdamai dengan diri menyadari bahwa kita indah, cantik dengan cara kita sendiri. Biarkan mereka mengagumi seperti apa adanya kita. Bukan karena sosok sempurna yang mereka ciptakan...
WE ARE BEAUTIFUL ^_^
Kodot jelet
11: 00 AM
Ayo, sama-sama merenung, sebenarnya untuk apa sederet kesempurnaan itu? Kepuasan pribadikah? Keinginan untuk menjadi superior? Atau karena lingkungan (masyarakat) yang menuntut untuk tampil sempurna???
Coba kita sejenak keluar dari dunia aman yang kita ciptakan. Lihat diluar sana masih amat sangat banyak nyawa yang tidak beruntung. Mereka yang untuk makan saja harus berpanas-panasan dilampu merah mencoba peruntungan akan ada orang baik yang memberikan imbalan setelah menyanyikan beberapa potong lagu, mereka yang tidak bisa merasakan kasur empuk seperti apa yang kita punya bahkan hingga akhir hayatnya, mereka yang hanya bisa merasakan nikmatnya makan sekali sehari itupun tanpa lauk pauk yang layak hanya garam dan kecap, atau mereka yang begitu menginginkan pendidikan tapi tak bisa merasakannya. Begitu banyak orang-orang yang lebih tidak beruntung dari kita. Maka nikmat apa yang seyogyanya ingin kita dustakan???
Kawan, kita masih bisa melihat indahnya pelangi, mendengar kicau burung yang saling bersahut-sahutan, merasakan lembutnya genggaman tangan seseorang yang kita kasihi, bercengkerama riang dengan keluarga... tapi, disaat kita merasakan indahnya dunia disana masih ada mereka yang kurang beruntung ketika kita mlihat indahnya pelangi mereka hanya mendengar seperti apa itu pelangi,,,
Sahabat cobalah berdamai dengan diri menyadari bahwa kita indah, cantik dengan cara kita sendiri. Biarkan mereka mengagumi seperti apa adanya kita. Bukan karena sosok sempurna yang mereka ciptakan...
WE ARE BEAUTIFUL ^_^
Kodot jelet
11: 00 AM
Ya Allah, jika kelak aku jatuh cinta
pertemukanlah aku dengan dia yang bisa membuat ku lebih dekat dengan-MU karena aku hanyalah hamba yang penuh dengan kelemahan yang begitu mendamba sosok seorang imam yang bisa selalu menuntunku
Ya Allah, jika aku jatuh cinta
ijinkan aku mencintainya karena-Mu bukan karena fisik, harta, atau hal-hal duniawi lain yang ia sandang karena aku yakin semuanya hanya sementara
Ya Allah, jika Aku jatuh cinta
ijinkan aku melabuhkan cintaku dalam ikatan yang telah engkau atur dalam kitab-Mu karena aku yakin hanya hal itu yang dapat menjaga kehormatanku dan menjauhkan diriku dari fitnah dunia...
Ya Allah, aku berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tetap menjaga keutuhan cintaku hanya untuk dia yang kelak menjadi pendamping hidupku karena aku yakin dengan janjiMu "wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik pula"
Ya Allah jika kelak aku mulai terlena dan mulai tidak mampu untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenisku, hamba bersimpuh pada Mu untuk senantiasa mengingatkanku
buat dia sosok yang belum aku kenal sama sekali yang bahkan tidak aku ketahui berada dibelahan dunia mana....
aku berharap dan berdoa dalam tiap sujudku agar engkau senantiasa dapat menjaga kehormatan dan pandanganmu sampai kelak kita dipertemukan dalam ikatan yang suci....
Amin.... ^_^
pertemukanlah aku dengan dia yang bisa membuat ku lebih dekat dengan-MU karena aku hanyalah hamba yang penuh dengan kelemahan yang begitu mendamba sosok seorang imam yang bisa selalu menuntunku
Ya Allah, jika aku jatuh cinta
ijinkan aku mencintainya karena-Mu bukan karena fisik, harta, atau hal-hal duniawi lain yang ia sandang karena aku yakin semuanya hanya sementara
Ya Allah, jika Aku jatuh cinta
ijinkan aku melabuhkan cintaku dalam ikatan yang telah engkau atur dalam kitab-Mu karena aku yakin hanya hal itu yang dapat menjaga kehormatanku dan menjauhkan diriku dari fitnah dunia...
Ya Allah, aku berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tetap menjaga keutuhan cintaku hanya untuk dia yang kelak menjadi pendamping hidupku karena aku yakin dengan janjiMu "wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik pula"
Ya Allah jika kelak aku mulai terlena dan mulai tidak mampu untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenisku, hamba bersimpuh pada Mu untuk senantiasa mengingatkanku
buat dia sosok yang belum aku kenal sama sekali yang bahkan tidak aku ketahui berada dibelahan dunia mana....
aku berharap dan berdoa dalam tiap sujudku agar engkau senantiasa dapat menjaga kehormatan dan pandanganmu sampai kelak kita dipertemukan dalam ikatan yang suci....
Amin.... ^_^
Pernah dengar ungkapan seperti ini tidak??? ehmm " saya hanya seorang lelaki yang berusaha untuk mencari yang terbaik" atau yang ini ternyata hanya didepan kamu saya bisa menjadi diri sendiri didepan dia tidak dan masih banyak lagi deretan ungkapan-ungkapan lainnya yang kalau kita tidak jeli akan membuat kita terbuai...yang menbuat saya begitu tertarik untuk mengetahui lebih dalam adalah ketika lelaki ini mengungkapkan "saya hanya berusaha mencari yang terbaik" namun disaat yang sama ia menjalin komitmen dengan wanita lain.sebenarnya, tidak menjadi masalah ketika seorang wanita atau lelaki berusaha untuk tetap mencari yang lebih baik sampai menemukan pasangan yang tepat untuk kedepan sama-sama menata sebuah tatanan kecil yang kita kenal dgn sebutan keluarga tapi apakah perjajian saat pertama kali berkomitmen harus dilupakan???? berjanji untuk setia,,,,,, komitmen diatas komitmen...
maaf saya hanya wanita biasa yang juga pasti akan merasakan kesakitan yang begitu nyata ketika pasangan saya menjalani komitmen dengan wanita lain namun disaat yang sama ia masih mengalunkan kata-kata cinta yang begitu membuat jiwa ini tanpa sadar melayang serasa bahwa hanya saya lah satu-satunya wanita yang ada dihatinya.apa anda tidak sadar ketika anda meminta saya untuk setia menunggu dan menjaga diri hal ini telah melukai hati ia yang begitu menyayangi anda??? apa begitu gampang kata-kata cinta diobral haha seperti barang loak saja...
saya rasa anda termasuk dalam orang yang menghargai komitmen dan anda mengakui itu....
jadi jagalah 'komitmen' 'jaga hati seseorang disana'....
^.^
maaf saya hanya wanita biasa yang juga pasti akan merasakan kesakitan yang begitu nyata ketika pasangan saya menjalani komitmen dengan wanita lain namun disaat yang sama ia masih mengalunkan kata-kata cinta yang begitu membuat jiwa ini tanpa sadar melayang serasa bahwa hanya saya lah satu-satunya wanita yang ada dihatinya.apa anda tidak sadar ketika anda meminta saya untuk setia menunggu dan menjaga diri hal ini telah melukai hati ia yang begitu menyayangi anda??? apa begitu gampang kata-kata cinta diobral haha seperti barang loak saja...
saya rasa anda termasuk dalam orang yang menghargai komitmen dan anda mengakui itu....
jadi jagalah 'komitmen' 'jaga hati seseorang disana'....
^.^
Mereka bilang aku terlalu kecil untuk mengerti
Tatanan sosial yang mereka ciptakan sendiri
Aku pun menjadi korban dari tatanan busuk itu
Apa kah kedewasaan selalu dijadikan tameng untuk menyudutkan?
Mereka bilang aku belum cukup dewasa......
Ahhhh dewasa
Spesies aneh dri planet mana dia?
11:35 PM
June 20 2009
Tak adakah yang bisa mengerti?
atau saya yang tidak mau mengerti?
atau saya yang tidak mau mengerti?
Salahkah kalau kita berbeda?
apa salah jika sekarang pemahaman kita tak sama?
apa salah jika sekarang pemahaman kita tak sama?
Aghhhh,,, mungkin memang saya yang egois
Tak mau memahami dan mengerti?
Tapi, salahkan jika kata tidak terlontar dari mulutku?
Apa harus selalu iya dan selalu sama?
(kowdot Jelett April 6, 2010)
08:44 PM