Manusia memang penuh dengan rasa ketidakpuasan akan semua hal yang sudah kita punya. Selalu saja ada yang kurang. Pernah tidak untuk sejenak kita berdamai dengan “diri kita” ? mencoba menjadikannya sahabat. Coba tanyakan lelahkah ia selalu menjadi objek fantasi sosok sempurna yang kita inginkan? Paras cantik, ganteng, tubuh langsing, atletis, menjadi dambaan setiap orang, pintar, berprestatsi dan sederet daftar-daftar kriteria sempurna lainnya dengan tanpa sadar kita terlalu memaksa diri dan secara perlahan-lahan kita telah memusuhi “diri kita sendiri” dengan membanding-bandingkan diri dengan orang yang yang kita anggap lebih segala’y.
Ayo, sama-sama merenung, sebenarnya untuk apa sederet kesempurnaan itu? Kepuasan pribadikah? Keinginan untuk menjadi superior? Atau karena lingkungan (masyarakat) yang menuntut untuk tampil sempurna???
Coba kita sejenak keluar dari dunia aman yang kita ciptakan. Lihat diluar sana masih amat sangat banyak nyawa yang tidak beruntung. Mereka yang untuk makan saja harus berpanas-panasan dilampu merah mencoba peruntungan akan ada orang baik yang memberikan imbalan setelah menyanyikan beberapa potong lagu, mereka yang tidak bisa merasakan kasur empuk seperti apa yang kita punya bahkan hingga akhir hayatnya, mereka yang hanya bisa merasakan nikmatnya makan sekali sehari itupun tanpa lauk pauk yang layak hanya garam dan kecap, atau mereka yang begitu menginginkan pendidikan tapi tak bisa merasakannya. Begitu banyak orang-orang yang lebih tidak beruntung dari kita. Maka nikmat apa yang seyogyanya ingin kita dustakan???
Kawan, kita masih bisa melihat indahnya pelangi, mendengar kicau burung yang saling bersahut-sahutan, merasakan lembutnya genggaman tangan seseorang yang kita kasihi, bercengkerama riang dengan keluarga... tapi, disaat kita merasakan indahnya dunia disana masih ada mereka yang kurang beruntung ketika kita mlihat indahnya pelangi mereka hanya mendengar seperti apa itu pelangi,,,
Sahabat cobalah berdamai dengan diri menyadari bahwa kita indah, cantik dengan cara kita sendiri. Biarkan mereka mengagumi seperti apa adanya kita. Bukan karena sosok sempurna yang mereka ciptakan...
WE ARE BEAUTIFUL ^_^
Kodot jelet
11: 00 AM
0 komentar:
Posting Komentar