Bisakah kau membayangkan bangsa yang damai
bangsa yang dapat menyayangi jiwa-jiwa yang telah terpenjara dalam sepi
ketika angan akan harapan itu hanya terlontar oleh tangisan jiwa yang tak terdengar
yang tersisa hanyalah gelap dan mati
dengan terseok-seok kami melangkah
berharap digedung itu masih ada sepasang telinga yang sudi mendengar
saat kedamaian hanya menjadi bingkisan impian semu
yang bisa aku lakukan hanyalah menggoreskan tinta akan harapan ini diatas kertas luruh yang terbuang.........
0 komentar:
Posting Komentar