Kamis, 28 Oktober 2010

aku memang mahasiswi sastra namun hanya seorang makhluk sok sastrais yang selalu kehilangan senjata
(baca pena) :), ketika sampai di peraduan sebuah ruangan berukuran mini, badan ini bergetar sangat hebat entah ia minta untuk diistrahatkan atau ini merupakan bentuk reaksi frontal yang ia tunjukan bahwa aku semakin rapuh dalam kesunyian malam.

saat ini, keinginanku hanyalah satu "menulis"  menorehkan sequel-sequel kehidupan sederhana yang aku alami hari ini. dalam bayanganku mengikuti acara ini akan sangat menambah kepekaanku terhadap sastra tapi sepertinya masih sulit. Mereka berdiskusi tentang ktitik sastra, mempertentangkan teori ini dan itu. Pada diskusi itu aku hanya menjadi robot hidup yang alurnya pembicaraannya pun tidak aku mengerti :). Begitu banyak nama-nama aneh yang mereka sebut dan aku hanya bisa membisu dengan kebekuan pikiran yang nyata.

namun, dari semua riuh yang terjadi aku memperhatikan sosok itu. Ia yang dulu dengan setia bertanya dan merangkulku ketika aku mulai tertatih-tatih menapaki tantangan hidup. Ia yang mengatakan bahwa entah kenapa ketika pertama kali melihatku ia begitu ingin melindungiku. Sosok itu yang menggapku sebagai gadis cengeng yang ia anggap adik. Entah Aku atau Dia yang memulai kebisuan ini. Inginku berkata tapi aku pilu, sepertinya kami tengah asik terperangkap dalam tembok ego.




"kini aku merindukan pelukan dan dekapan hangat khatulistiwa"


^_^

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 my simple life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.