Sesaat etalase itu biasa
Hanya dilapisi oleh kaca tebal layaknya sebuah etalase
Tapi
Ada yang berbeda ternyata
Siang hari etalase itu begitu sepi dari kerumunan laki-laki
Namun, coba tengok ketika hingar bingar malam mulai beradu
Etalase itu dipenuhi oleh kerumunan laki-laki
Aku terusik untuk melihatnya
Dalam kaca berbentuk kota itu ternyata terpajang
Wanita-wanita dengan pakaian menggugah selera laki-laki untuk jajan diluar rumah
Mata mereka menggerayangi para wanita itu dengan penuh nafsu
Aku berpikir kenapa hanya perempuan yang dipajang
Toh laki-laki pun juga banyak yang berprofesi ganda
Apakah stereotype laki-laki dan perempuan dalam dunia prostitusi juga msih berlaku????
Kenapa prostitusi selalu diidentikan dengan wanita???
Apakah hanya sebagai kedok untuk menyembunyikan kebusukan?
Entahlah......
0 komentar:
Posting Komentar