Kamis, 28 Oktober 2010


Kini semuanya namapk begitu klise. Harapan, cinta dan benci terpaut dalam satu bingkai apik kehidupan seorang anak manusia yang dengan bingung dan tak terarah mencoba mencari hakikat dari dalam lubang pekat kelam dunia. Mencoba menyadari setiap tindakan dan pemikiran angkuh yang telah terpatri dalam diri. Terpuruk dalam ranah kebencian dan kebingunggan yang entah siapa yang memulai.  Arggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh aku hanyalah manusia hampa yang hanya sanggup berbicara dengan delusi. Merasa sepi disaat semua berteriak dan tertawa riang. Mencoba berdamai dengan sisi lain diri yang begitu meresahkan. Aku tersontak ketika menyadari bahwa, semua kondisi ini tercipta karena keangkuhan pribadi yang begitu mencekam. Keangkuhan yang menjadi tombak kematian diri ketika aku kokoh mempertahankan dia, dan mereka berada disampingku. Kehampaan dan kekosongan yang mereka goreskan tak ingin aku lepas. Dia tetap dia, mereka tetap mereka dan aku tetap lah aku.
Patutkah aku menyalahkan dunia? Karena telah mendidikku untuk menjadi manusia hampa yang sangat sulit untuk merasa.



Hidup dalam bingkai kesenangan semu

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 my simple life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.