kalau sudah begini siapa yang patut saya percaya
kamu, perempuan itu atau firasatku
terlalu sempit anggapan mu tentang kami perempuan
mungkin ddalam pikiranmu hanya dengan dibuai dengan kata-kata, lalu luluh bertekuk lutut tanpa sanggup berkata apa-apa
Kamis, 30 Desember 2010
Anakku yang kusayangi...
Jika suatu saat kau menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,
cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku
Jika banyak makanan tercecer dikala aku makan...
Jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri...
Sabarlah!
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku
untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil
Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
jangan hentikan aku! Dengarlah aku!
Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang,
dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur
Dan aku lakukan itu untukmu!
Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan padaku bahwa itu memalukan
Ingatlah! Berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu, menyuruhmu mandi dikala kecilmu
BY SEEING MY IGNORANCE TOWARDS THE NEW TECHNOLOGIES, DON’T LAUGH OF ME BUT LEAVE ME RATHER THE TIME TO UNDERSTAND!
Aku mengajarimu banyak hal
Cara makan yang baik
Cara berpakaian yang baik
Berperilaku yang baik
Bagaimana mengahadapi problema kehidupan
Jika terkadang aku menjadi pelupa dan tidak mengerti pembicaraan, berilah aku waktu untuk mengingat..
Jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku
Karena yang paling penting bagiku adalah... aku dapat bersamamu dan berbicara denganmu
Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku!
Aku tahu kapan aku lapar dan tidak!
Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku untuk bergerak seperti sebelumnya...
Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu
Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu, “aku tidak ingin lagi hidup”...
Ketika aku ingin mati...
Jangan marah... karena pada saatnya nanti, kau juga akan mengerti
Cobalah mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tidak benar-benar ‘hidup’ lagi
Kita hanya ‘tidak mati’
Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa disamping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan menyiapkan dasar bagi perkembangan kehidupanmu kelak
Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisi dan usiaku yang bertambah tua
Kau harus didekatku, mencoba mengerti bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan saat kau lahir
Bantulah aku berjalan...
Bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran...
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku
Aku mencintaimu anakku...
Ayahmu, ibumu....
*ayah bunda, berjuta-juta terimakasih belum cukup untuk menggambarkan betapa aku bersyukur bisa memilikimu...
Maaf jika terkadang aku membuatmu terluka bahkan sampai menitihkan air mata,,, Maaf jika terkadang aku begitu egois mengacuhkan pendapat-pendapatmu padahal engkau hanya tidak ingin melihatku terluka,
Ayah Bunda terimakasih telah mencintai anak-anak mu dengan setulus hati, I love you*
Jika suatu saat kau menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,
cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku
Jika banyak makanan tercecer dikala aku makan...
Jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri...
Sabarlah!
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku
untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil
Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
jangan hentikan aku! Dengarlah aku!
Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang,
dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur
Dan aku lakukan itu untukmu!
Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan padaku bahwa itu memalukan
Ingatlah! Berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu, menyuruhmu mandi dikala kecilmu
BY SEEING MY IGNORANCE TOWARDS THE NEW TECHNOLOGIES, DON’T LAUGH OF ME BUT LEAVE ME RATHER THE TIME TO UNDERSTAND!
Aku mengajarimu banyak hal
Cara makan yang baik
Cara berpakaian yang baik
Berperilaku yang baik
Bagaimana mengahadapi problema kehidupan
Jika terkadang aku menjadi pelupa dan tidak mengerti pembicaraan, berilah aku waktu untuk mengingat..
Jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku
Karena yang paling penting bagiku adalah... aku dapat bersamamu dan berbicara denganmu
Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku!
Aku tahu kapan aku lapar dan tidak!
Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku untuk bergerak seperti sebelumnya...
Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu
Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu, “aku tidak ingin lagi hidup”...
Ketika aku ingin mati...
Jangan marah... karena pada saatnya nanti, kau juga akan mengerti
Cobalah mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tidak benar-benar ‘hidup’ lagi
Kita hanya ‘tidak mati’
Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa disamping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan menyiapkan dasar bagi perkembangan kehidupanmu kelak
Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisi dan usiaku yang bertambah tua
Kau harus didekatku, mencoba mengerti bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan saat kau lahir
Bantulah aku berjalan...
Bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran...
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku
Aku mencintaimu anakku...
Ayahmu, ibumu....
*ayah bunda, berjuta-juta terimakasih belum cukup untuk menggambarkan betapa aku bersyukur bisa memilikimu...
Maaf jika terkadang aku membuatmu terluka bahkan sampai menitihkan air mata,,, Maaf jika terkadang aku begitu egois mengacuhkan pendapat-pendapatmu padahal engkau hanya tidak ingin melihatku terluka,
Ayah Bunda terimakasih telah mencintai anak-anak mu dengan setulus hati, I love you*
Selasa, 14 Desember 2010
aku masih terus berusaha menemukan solusi terbaik dari polemik ini, perdebatan yang hati atau otak yang memulai. Terkadang terasa begitu menyiksa, hingga membuat sesak bahkan hampir mati.
Terlalu banyak pertannyaan "kenapa" tanpa ada jawaban pasti. Gelegar2 nafsu dunia seakan begitu mudah merasuki, huhhhh rasanya ingin tenang saja. Menikmati dan mensyukuri segala nikmat yang sudah ALLAH berikan
Tapi kenapa seolah2 pikiran-pikiran ini enggan pergi...
Terlalu banyak pertannyaan "kenapa" tanpa ada jawaban pasti. Gelegar2 nafsu dunia seakan begitu mudah merasuki, huhhhh rasanya ingin tenang saja. Menikmati dan mensyukuri segala nikmat yang sudah ALLAH berikan
Tapi kenapa seolah2 pikiran-pikiran ini enggan pergi...
sudut sempit ruang ini menjadi saksi ketidakberdayaanku
kegundahan tentangmu telah menggerogoti pertahanan terakhirku
disini, aku tersentak dari indahnya buaian lamunan panjang
tersadar bahwa cinta itu telah pupus
Tuhan, mengapa engkau kenalkan cinta?
jika pada akhirnya cinta itu tidak berpihak padaku
Mengapa aku harus belajar mencinta?
jika pada akhirnya hanya rasa sakit yang aku tuai
disudut ini, aku merenung berusaha mengetahui apa keinginan hati
tersadar olehku bahwa cinta itu bukan untukku lagi
cinta itu berpaling, menjauh disaat aku mulai menyukai sosok'y
kegundahan tentangmu telah menggerogoti pertahanan terakhirku
disini, aku tersentak dari indahnya buaian lamunan panjang
tersadar bahwa cinta itu telah pupus
Tuhan, mengapa engkau kenalkan cinta?
jika pada akhirnya cinta itu tidak berpihak padaku
Mengapa aku harus belajar mencinta?
jika pada akhirnya hanya rasa sakit yang aku tuai
disudut ini, aku merenung berusaha mengetahui apa keinginan hati
tersadar olehku bahwa cinta itu bukan untukku lagi
cinta itu berpaling, menjauh disaat aku mulai menyukai sosok'y
Senin, 13 Desember 2010
ketika pena ini kugoreskan
gambaran tentang mu seakan sirna
tak ada maksud untuk berusaha dengan begitu gigih agar lupa
mungkin saja hati ini terlalu lelah
karena tiap mengingatmu yang ada hanya "kekosongan"
kucoba dengan sisa-sisa pertahananku untuk kembali mengingat senyummu
namun yang kujumpai hanya titik dan garis-garis hitam
aku berusaha bersahabat dengan alam bawah sadarku agar kujumpai lukisan wajahmu disana
ternyata nihil lagi-lagi yang aku jumpai hanya bayangan hitam yang tak bersketsa...
iin....
gambaran tentang mu seakan sirna
tak ada maksud untuk berusaha dengan begitu gigih agar lupa
mungkin saja hati ini terlalu lelah
karena tiap mengingatmu yang ada hanya "kekosongan"
kucoba dengan sisa-sisa pertahananku untuk kembali mengingat senyummu
namun yang kujumpai hanya titik dan garis-garis hitam
aku berusaha bersahabat dengan alam bawah sadarku agar kujumpai lukisan wajahmu disana
ternyata nihil lagi-lagi yang aku jumpai hanya bayangan hitam yang tak bersketsa...
iin....