Pages

Kamis, 26 Januari 2012

Foto gedung Bupati dan KPU yang terbakar








26/1/2012...
hari ini tiba-tiba asap hitam terlihat mengepul hebat dari arah pusat perkantoran kota bima. Usut punya usut ternyata telah terjadi aksi pembakaran gedung pemerintahan akibat SK pertambangan yang belum dicabut oleh Bupati Bima Fery Zulkarnaen. aksi ini muncul karena adanya akumulasi kekecewaan rakyat Sape karena Bupati yang tidak menindak lanjuti permintaan mereka untuk mencabut SK tersebut. Pada satu sisi saya setuju jika SK tersebut harus dicabut karena sangat tidak memihak pada rakyat, keputusan untuk melakukan kerja sama hanya diputuskan sepihak oleh pimpinan daerah. What a sad :(... Namun saya juga sebagai masyarakat awam tidak bisa membenarkan tindakan anarkisme ini karena membakar fasilitas umum juga bukan merupakan tindakan yang bijak. hal ini mencerminkan bentuk ketidak dewasaan kita karena selalu saja memperturutkan nafsu dan gampang sekali terprovokasi...

*Mudah-mudahan Bima bisa kembali indah dan damai seperti sedia kala

Kamis, 30 Desember 2010

kalau sudah begini siapa yang patut saya percaya

kamu, perempuan itu atau firasatku

terlalu sempit anggapan mu tentang kami perempuan

mungkin ddalam pikiranmu hanya dengan dibuai dengan kata-kata, lalu luluh bertekuk lutut tanpa sanggup berkata apa-apa
Anakku yang kusayangi...

Jika suatu saat kau menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,

cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku

Jika banyak makanan tercecer dikala aku makan...

Jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri...

Sabarlah!



Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku

untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,

jangan hentikan aku! Dengarlah aku!



Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang,

dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur

Dan aku lakukan itu untukmu!



Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan padaku bahwa itu memalukan

Ingatlah! Berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu, menyuruhmu mandi dikala kecilmu

BY SEEING MY IGNORANCE TOWARDS THE NEW TECHNOLOGIES, DON’T LAUGH OF ME BUT LEAVE ME RATHER THE TIME TO UNDERSTAND!

Aku mengajarimu banyak hal

Cara makan yang baik

Cara berpakaian yang baik

Berperilaku yang baik

Bagaimana mengahadapi problema kehidupan

Jika terkadang aku menjadi pelupa dan tidak mengerti pembicaraan, berilah aku waktu untuk mengingat..

Jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku

Karena yang paling penting bagiku adalah... aku dapat bersamamu dan berbicara denganmu

Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku!

Aku tahu kapan aku lapar dan tidak!

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku untuk bergerak seperti sebelumnya...

Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu

Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu, “aku tidak ingin lagi hidup”...

Ketika aku ingin mati...

Jangan marah... karena pada saatnya nanti, kau juga akan mengerti

Cobalah mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tidak benar-benar ‘hidup’ lagi

Kita hanya ‘tidak mati’

Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa disamping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan menyiapkan dasar bagi perkembangan kehidupanmu kelak

Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisi dan usiaku yang bertambah tua

Kau harus didekatku, mencoba mengerti bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan saat kau lahir

Bantulah aku berjalan...

Bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran...

Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku

Aku mencintaimu anakku...



Ayahmu, ibumu....



*ayah bunda, berjuta-juta terimakasih belum cukup untuk menggambarkan betapa aku bersyukur bisa memilikimu...

Maaf jika terkadang aku membuatmu terluka bahkan sampai menitihkan air mata,,, Maaf jika terkadang aku begitu egois mengacuhkan pendapat-pendapatmu padahal engkau hanya tidak ingin melihatku terluka,

Ayah Bunda terimakasih telah mencintai anak-anak mu dengan setulus hati, I love you*

Selasa, 14 Desember 2010

aku masih terus berusaha menemukan solusi terbaik dari polemik ini, perdebatan yang hati atau otak yang memulai. Terkadang terasa begitu menyiksa, hingga membuat sesak bahkan hampir mati.

Terlalu banyak pertannyaan "kenapa" tanpa ada jawaban pasti. Gelegar2 nafsu dunia seakan begitu mudah merasuki, huhhhh rasanya ingin tenang saja. Menikmati dan mensyukuri segala nikmat yang sudah ALLAH berikan

Tapi kenapa seolah2 pikiran-pikiran ini enggan pergi...
sudut sempit ruang ini menjadi saksi ketidakberdayaanku
kegundahan tentangmu telah menggerogoti pertahanan terakhirku
disini, aku tersentak dari indahnya buaian lamunan panjang
tersadar bahwa cinta itu telah pupus

Tuhan, mengapa engkau kenalkan cinta?
jika pada akhirnya cinta itu tidak berpihak padaku
Mengapa aku harus belajar mencinta?
jika pada akhirnya hanya rasa sakit yang aku tuai

disudut ini, aku merenung berusaha mengetahui apa keinginan hati
tersadar olehku bahwa cinta itu bukan untukku lagi
cinta itu berpaling, menjauh disaat aku mulai menyukai sosok'y

Senin, 13 Desember 2010

ketika pena ini kugoreskan

gambaran tentang mu seakan sirna

tak ada maksud untuk berusaha dengan begitu gigih agar lupa

mungkin saja hati ini terlalu lelah

karena tiap mengingatmu yang ada hanya "kekosongan"



kucoba dengan sisa-sisa pertahananku untuk kembali mengingat senyummu

namun yang kujumpai hanya titik dan garis-garis hitam

aku berusaha bersahabat dengan alam bawah sadarku agar kujumpai lukisan wajahmu disana

ternyata nihil lagi-lagi yang aku jumpai hanya bayangan hitam yang tak bersketsa...







iin....

Rabu, 10 November 2010

sore ini tergetar hati ini untuk melantunkan ayat suci Al-Quran dan salah satu surah yang saya baca yakni surah Al-Waqiah... biasanya ketika membaya ayat suci saya hanya membaca surat'y saja tanpa membaca lebih dalam makna dibalik ayat tersebut... namun sore ini terasa berbeda, timbul rasa penasaran yang luar biasa mengenai surat ini.

arti ayat demi ayat saya baca. Entah kenapa ada tetesan air bening yang keluar dari mata ini tanpa bisa dibendung, hingga akhir ayat begitu menyentuh hati. Saya pun tersadar betapa manusia tidak meiliki apa-apa. Jadi apa yang harus kita banggakan? Harta kah? kecantikan? martabat? atau apa? apa ia akan menolong kita disaat berada ditempat peristirahatan terakhir nanti?...

betapa selama ini hamba masih begitu jauh darimu, ijinkan diri bersimpuh dihadap Mu. Memohon ampun atas segala kebodoha-kebodohan dan kekeliruan yang hamba lakukan. Ijinkan hamba mengetuk pintu langitMu memohon ampun atas segalanya..

Ijinkan hamba mencintai-Mu sepenuh hati ya Rabb
Amin

^_^
 
Copyright (c) 2010 my simple life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.